Daftar Link Buku Digital Interaktif Karya Tatik Indarwati:
1. Perubahan Sosial:
https://bit.ly/Perubahan-Sosial 👈 klik link di samping !!! sekilas tampilan klik 👇
Materi Riset kelas X dan XII IPS
Modernisasi materi kelas XII
Blog Guru Sosiologi Guru Inovatif
Daftar Link Buku Digital Interaktif Karya Tatik Indarwati:
1. Perubahan Sosial:
https://bit.ly/Perubahan-Sosial 👈 klik link di samping !!! sekilas tampilan klik 👇
Tantangan Dalam Mewujudkan Masyarakat Multikultural
Sumber : https://id.images.search.yahoo.com/Dalam masyarakat multikultural kerap bermunculan sikap yang negatif terhadap anggota ataupun kelompok lain yang berbeda. Berbagai sikap tersebut menjadikan tantangan bagi masyarakat multikultural.
a. Prasangka (Prejudice)
Prasangka merupakan suatu sikap yang tidak suka terhadap orang atau kelompok lain atas dugaan yang tidak dilandasi dengan kemampuan ,wawasan, pengalaman yang memadai sehingga muncullah berbagai dugaan yang tidak benar. contoh prasangka adalah sebagai berikut :
1). Pandangan laki-laki terhadap perempuan bahwa perempuan adalah individu yang sukar mengendalikan emosi dan cerewet.
2). Pandangan orang kulit putih di Amerika yang melihat orang kulit hitam cenderung berperilaku kasar, agresif dan meyimpang.
b. Stereotip (stereotype)
Stereotip erat kaitannya dengan prasangka. Orang yang menganut stereotip akan lebih mudah berprasangka kepada orang lain karena bukan fakta dan kebenaran yang dijadikan landasan dalam bersikap. Stereotip muncul karena orang bersifat terlalu menyederhanakan dan tidak peka terhadap fakta obyektif (Walgito, 2008).
Sunarto dan Walgito (2012) mengungkapkan bahwa berbagai sikap di atas ditunjukkan dengan sejumlah perilaku sebagai berikut :
a. Deskriminasi
Deskriminasi adalah perlakuan berbeda yang ditunjukkan pada individu atau suatu kelompok dengan ciri-ciri tertentu:
1). Primordialisme
Primordialisme merupakan sebuah pandangan atau paham yang memegang erat hal-hal yang dibawa sejak kecil. Baik itu mengenai adat-istiadat, tradisi, kepercayaan, dan hal lain yang sudah ada di dalam lingkungan pertamanya.
Paham tersebut merupakan faktor penting yang digunakan
sebagai identitas sebuah masyarakat atau golongan.
2). Etnosentrisme
Aadalah penilaian terhadap kebudayaan lain atas dasar nilai
sosial dan standar budaya sendiri. Orang-orang etnosentris menilai kelompok
lain relatif terhadap kelompok atau kebudayaannya sendiri, khususnya bila
berkaitan dengan bahasa, perilaku, kebiasaan, dan agama. Perbedaan dan
pembagian etnis ini mendefinisikan kekhasan identitas budaya setiap suku
bangsa. Etnosentrisme mungkin tampak atau tidak tampak, dan meski dianggap
sebagai kecenderungan alamiah dari psikologi manusia, etnosentrisme memiliki konotasi
negatif di dalam masyarakat.
3). Rasisme
Adalah suatu sistem kepercayaan atau doktrin yang menyatakan
bahwa perbedaan biologis ras manusia menentukan pencapaian budaya atau individu
– bahwa suatu ras tertentu lebih superior dan memiliki hak untuk mengatur ras
yang lainnya.
4). Seksisme
Seksisme adalah prasangka yang didasarkan pada gender.
Seksisme sering kali ditujukan pada wanita, sehingga yang dimaksud disini
adalah adanya penilaian negatif terhadap seseorang karena seseorang tersebut
adalah wanita. Begitupun sebaliknya.
Dalam hal ini suatu kelompok membatasi diri dalam pergaulan dan menjaga jarak. perilaku tersebut ditunjukkan dengan beberapa indikator sebagai berikut :
1. Perilaku endogami : yakni pernikahan yang dilakukan dengan anggota kelompok sendiri
2. Perilaku berteman atau bergaul, misalnya hanya berteman dengan anggota kelompoknya sendiri
3. Perilaku bermukim yaitu hanya mau tinggal di tempat yang dihuni oleh orang-orang yang sama dengannya atau satu kelompok dengannya.
Tugas !!!
1. Buatlah 4 contoh dari beberapa sikap di atas !
2. Bagaimana sikap yang harus kalian miliki untuk menyikapi atau terhindar dari sikap-sikap negatif di atas?
kerjakan tugas dibuku kalian dan dikumpulkan ketika kita masuk tatap muka.
Riset untuk kelas XII-IPS 3
Assalamualaikum... anak-anak untuk mapel riset pada semester 2 ini silahkan bentuk kelompok maksimal 3 orang kemudian yang perlu kalian persiapkan adalah :
1. masing-masing siswa menyiapkan polibag 3 buah sehingga 1 kelompok ada minimal 9 polibag
2. masing -masing siswa menyiapkan bibit kangkung / sawi (wajib) untuk ditanam di polibag masing-masing
3. polibag yang digunakan berukuran sekitar berdiameter 30 cm
4. media tanah yang subur untuk menanam
5. penanaman akan dilakukan mulai pertemuan berikutnya di lahan madrasah yang ada di selatan ( sebelah barat parkiran sepeda)
6. persiapkan 1 buku untuk mencatat segala aktifitas risett yang akan dilakukan
7. setiap kelas menyiapkan 4 kayu berukuran 1 meter untuk penanda ( silahkan diskusikan dengan teman sekelas)
silahkan setorkan nama-nama kelompok di kelas kalian di link berikut ( cukup pengurus kelas yang setor)
https://forms.gle/gFExMSEYMg4ie68C8
silahkan absen di kolom komentar yang hadir hari ini , jika hpnya tdk ada kuota silahkan diabsenkan temennya.
1. Pengertian Kearifan Lokal
Kearifan lokal menurut UU No. 32/2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup BAB I Pasal 1 butir 30 adalah nilai-nilai luhur yang berlaku dalam tata kehidupan masyarakat untuk antara lain melindungi dan mengelola lingkungan hidup secara lestari.
(Alfian 2013) Kearifan lokal diartikan sebagai pandangan hidup dan pengetahuan serta sebagai strategi kehidupan yang berwujud aktifitas yang dilakukan oleh masyarakat lokal dalam memenuhi kebutuhan mereka.
Merupakan adat dan kebiasan yang telah mentradisi dilakukan oleh sekelompok masyarakat secara turun temurun yang hingga saat ini masih dipertahankan keberadaannya oleh masyarakat hukum adat tertentu di daerah tertentu
Keraf (2002) kearifan lokal adalah semua bentuk pengetahuan, keyakinan, pemahaman atau wawasan serta adat kebiasaan atau etika yang menuntun perilaku manusia dalam kehidupan di dalam komunitas ekologis.
Semua bentuk kearifan lokal ini dihayati, dipraktekkan, diajarkan dan diwariskan dari generasi ke generasi sekaligus membentuk pola perilaku manusia terhadap sesama manusia, alam maupun gaib.
Kepandaian dan strategi-strategi masyarakat dalam pengelolaan alam semesta, untuk menjaga keseimbangan ekologis yang sudah berabad-abad teruji oleh berbagai bencana dan kendala serta keteledoran manusia.
Menyangkut etika, norma , dan tingkah laku. Merupakan pedoman dalam bersikap dan bertindak, baik dalam konteks kehidupan sehari-hari maupun menentukan peradaban manusia yang lebih jauh.
2. CIRI CIRI KEARIFAN LOKAL
Mampu bertahan terhadap budaya luar,
Memiliki kemampuan mengakomodasi unsur-unsur budaya luar,
Mempunyai kemampuan mengintegrasikan unsur budaya luar ke dalam budaya asli,
Mempunyai kemampuan mengendalikan, memberi arah pada perkembangan budaya.
3. FUNGSI KEARIFAN LOKAL
1. Berfungsi untuk konservasi dan pelestarian sumber daya alam.
2. Berfungsi untuk pengembangan sumber daya manusia, misal dalam upacara daur hidup
3. Berfungsi untuk pengembangan kebudayaan dan ilmu pengetahuan. Mengetahui saat jenis ikan tertentu sedang melakukan reproduksi
4. Berfungsi sebagai petuah, kepercayaan, sastra dan pantangan.
5. Bermakna sosial misalnya upacara integrasi komunal/kerabat.
6. Bermakna sosial, misalnya pada upacara daur pertanian
7. Bermakna etika dan moral.
8. Bermakna politik, relasi kekuasaan, penghormatan, patron Client
Guna menjaga keseimbangan dengan lingkungannya dan sekaligus dapat melestarikan lingkungannya kearifan lokal perlu dilestarikan. Namun keberlanjutan Kearifan Lokal dihadapkan pada berbagai tantangan : a) Jumlah Penduduk b) Teknologi Modern dan perubahan budaya c) Masuknya modal Besar d) Kemiskinan dan Kesenjangan .
Tugas !(DIkerjakan kelompok satu kelompok maksimal 2 orang)
1. Sebutkan dan jelaskan kearifan lokal didaerahmu yang berkaitan dengan pelestarian alam
2. Sebutkan dan jelaskan kearifan lokal di daerahmu yang berkaitan dengan pelestarian kerukunan dan keutuhan suatu kelompok/ masyarakat.
3. Sebutkan salah satu permainan tradisional yang mempunyai nilai pendidikan bagi anak dan nilai -nilai apa yang ditanamkan dalam permainan tersebut!
Selamat Belajar Semoga Sukses Selalu 💪💪💪 silahkan foto dan kumpulkan tugas kalian di link berikut :
https://forms.gle/SkSiEQk8MEqUThzc9
Silahkan absen di kolom komentar bagi yg HP nya tidak ada kuota bisa diabsenkan ketua/pengurus kelas. sekian terimakasih.
Kita berada di bangsa yang sangat kaya akan keberagaman, sesuai dengan semboyan bangsa kita “Bhineka Tunggal Ika”, yang artinya berbeda-beda tetapi satu. Hal ini menunjukan bahwa bangsa kita memiliki keragaman baik itu keragaman hayati maupun keragaman budaya. Indonesia memang memiliki begitu banyak keanekaragaman atau bisa dibilang memiliki banyak ketidaksamaan, tetapi ketidaksamaan ini muncul banyak keanekaragaman yang dapat membuat rasa untuk menghargai perbedaan orang lain dan sifat toleransi yang tinggi. Kita memang berbeda, tetapi bukan berarti kita tidak layak untuk mendapatkan perlakuan yang setara dan adil. Kita semua itu layak untuk mendapatkannya dan itu adalah hak kita untuk mendapatkannya.
Tujuan Pembelajaran :
1. Peserta didik dapat menganalisis perbedaan dan kesetaraan di masyarakat
2. Peserta didik dapat mengidentifikasi perbedaan di masyarakat baik secara horizontal maupun vertikal
3. Peserta didik mampu memahami dan menghargai keragaman yang terdapat pada masyarakat
4. Peserta didik mampu membuat solusi dalam menghadapi masalah keragaman
A. PERBEDAAN
Kehidupan sosial yang damai dan harmonis adalah keinginan hampir seluruh rakyat. Kebanyakan dari kita menginginkan kehidupan sosial yang damai dan harmonis agar tidak menimbulkan perpecahan karena adanya perbedaan di Indonesia. Perbedaan sosial adalah pembedaan penduduk atau warga masyarakat ke dalam golongan atau kelompok baik secara horizontal maupun vertikal. Dalam perbedaan secara horizontal disebut Diferensiasi sosial, sedangkan secara vertikal disebut Stratifikasi sosial
1. Diferensiasi Sosial
Dalam struktur sosial keanekaragaman masyarakat ada yang bersifat horizontal disebut diferensiasi sosial. Diferensiasi sosial berasal dari bahasa Inggris yaitu difference, yang berarti perbedaan. Sehingga dapat disimpulkan, diferensiasi sosial adalah pembedaan masyarakat ke dalam kelompok-kelompok yang sifatnya sama, sejenis, dan tidak ada kelompok yang lebih tinggi derajat sosialnya. Diferensiasi merupakan wujud keberagaman yang dimiliki suatu bangsa. Contohnya saja Indonesia, ada banyak keragaman yang dimiliki oleh bangsa Indonesia dan bisa menjadi potensi dalam pembangunan baik dari suku, adat-istiadat, bahasa, budaya, agama, dan lain sebagainya.
Ciri-ciri diferensiasi sosial, yaitu :
1. Ciri fisik
2. Ciri Sosial
3. Ciri Budaya
Bentuk-bentuk diferensiasi sosial, yaitu :
1. Diferensiasi Ras
2. Diferensiasi Suku Bangsa
3. Diferensiasi Klan
4. Diferensiasi Agama
5. Diferensiasi Jenis Kelamin dan Gender
6. Diferensiasi Profesi
7. Diferensiasi Partai Politik
2. Stratifikasi Sosial
Stratifikasi terdiri dari kata dasar ‘strata’ yang diartikan sebagai ‘tingkatan’. Secara konsep, stratifikasi sosial merupakan pembedaan anggota masyarakat secara vertikal atau hirarkis. Setiap anggota masyarakat memiliki kedudukan tertentu, misalnya guru, pemimpin perusahaan, pegawai negeri, dan tokoh masyarakat. Setiap kedudukan tersebut tentu saja dibebani dengan hak dan kewajiban. Hal tersebut mengakibatkan adanya perbedaan sosial berupa perbedaan tingkatan sosial. Dengan kata lain, perbedaan kedudukan menimbulkan stratifikasi sosial atau pelapisan sosial. Perwujudan dari adanya stratifikasi sosial adalah adanya perbedaan tingkatan kelas dari yang tertinggi sampai terendah.
Dasar pembentukan stratifikasi sosial, yaitu :
1. Ukuran kekayaan
2. Ukuran keturunan
3. Ukuran kekuasaan
4. Ukuran ilmu pengetahuan
Bentuk-bentuk stratifikasi sosial, yaitu :
Stratifikasi sosial dilihat dari segi proses, ada :
a. Terjadi secara otomatis, seperti jenis kelamin, faktor keturunan, dan senioritas
b. Sengaja dibentuk untuk tujuan bersama, seperti susunan dalam organisasi
Stratifikasi sosial dilihat dari segi sifat, ada :
a. Stratifikasi Tertutup
Dalam sistem stratifikasi sosial tertutup membatasi kemungkinan berpindahnya seseorang dari lapisan satu ke lapisan sosial lainnya.
Contohnya : Sistem kasta
stratifikasi-sosial-tertutup-jpg-5fb60df6c6f0ba52cf0df842.jpg
b. Stratifikasi Terbuka
Dalam sistem stratifikasi sosial terbuka memungkinkan seseorang untuk berpindah lapisan sosial
Contohnya : Dokter, Guru
c. Stratifikasi Campuran
Dalam Stratifikasi campuran diartikan sebagai sistem stratifikasi yang membatasi kemungkinan berpindah strata pada bidang tertentu, tetapi membiarkan untuk melakukan perpindahan lapisan pada bidang lain.
Contohnya : Seorang yang berasal dari kasta brahmana, ketika ia pindah ke Jakarta status brahmananya akan menghilang atau tidak diakui.
Stratifikasi sosial dilihat dari segi pelapisan sosial:
a. Tipe Kasta
b. Tipe Oligarkhis
c.Tipe Demokratis
B. KESETARAAN
Kesetaraan menunjukkan adanya tingkatan yang sama, kedudukan yang sama dan tidak ada yang lebih tinggi atau lebih rendah antara satu sama lain. Bagi manusia bermakna bahwa manusia sebagai mahkluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa yang memiliki tingkatan dan kedudukan yanhg sama, terlebih di mata Tuhan. Tingkatan atau kedudukan seorang manusia sebenarnya bersumber dari pandangan bahwa semua manusia diciptakan dengan kedudukan yang sama tanpa adanya perbedaan. Serta manusia merupakan mahkluk mulia dan tinggi derajatnya bila dibandingakan dengan mahkluk lain ciptaan Tuhan. Prinsip kesetaraan sangat tak menginginkan adanya perlakuan yang diskriminatif. Perlakuan diskriminatif hanya akan menciptakan perpecahan bukan keharmonisan dalam kehidupan sosial. Prinsip kesetaraan yaitu :
Dalam hal kewajiban, tidak ada yang boleh diperlakukan berbeda.
Dalam hal hak, seseorang mempunyai hak yang sama dalam hal apapun
C. HARMONI SOSIAL
Harmoni sosial adalah kondisi dimana individu hidup sejalan dan serasi dengan tujuan masyarakatnya. Masing-masing anggota masyarakat dapat menjalani hidup secara baik sesuai kodrat dan posisi sosialnya. Dalam harmoni sosial, kita dapat menemukan dialog, toleransi, konsistensi dalam pembangunan, yang didasarkan pada pluralisme, keberagaman, kompetisi dan kreativitas. Harmoni sosial juga terjadi dalam masyarakat yang ditandai dengan solidaritas. Secara etimologi, solidaritas adalah kekompakan atau kesetiakawanan. Kata solidaritas menggambarkan keadaan hubungan antara individu dan atau kelompok yang berdasarkan pada perasaan moral dan kepercayaan yang dianut bersama dan yang diperkuat oleh pengalaman emosional bersama.
Ketimpangan sosial merupakan sebuah kondisi yang ada di tengah masyarakat yang menunjukkan adanya ketidakseimbangan akibat adanya perbedaan aspek-aspek yang ada di masyarakat, baik dari segi ekonomi, sosial, maupun budaya. Ketimpangan sosial dapat juga dilihat dari adanya perbedaan akses untuk mendapatkan atau memanfaatkan sumber daya yang tersedia. Sumber daya tersebut adalah dapat berupa kebutuhan primer maupun sekunder.
Ketimpangan sosial dapat terjadi karena dua faktor yaitu dari dalam(internal) individu dan dari luar(eksternal). Kedua Faktor ini menyebabkan masyarakat tidak dapat menikmati hasil pembangunan, hasil alam yang tersedia, tidak dapat mengakses fasilitas informasi dan komunikasi dikarenakan struktur sosial yang menghalangi mereka.
1. Faktor dari dalam (internal) yang dapat menghambat masyarakat untuk mendapatakan kehidupan yang layak dapa berupa rendahnya kualitas SDM yang disebabakan tingkat pendidikan yang rendah, fasilitas kesehatan yang kurang, ketrampilan hidup (livestyle) yang kurang sehingga mereka tidak dapat bergerak bebas mencari pengalaman karena terbatasnya kemampuan.
2. Faktor dari luar (eksternal) yang dapat menghambat masyarakat untuk mendapatakan kehidupan yang layak dapa berupa sistem birokrasi pemerintahan yang tidak dapat dijangkau oleh masyarakat, tekanan dari luar yaitu lingkungan sekitarnya yang tidak mendukungnya untuk berkembang. sehingga dengan kondisi seperti itu masyarakat golongan kelas bawah tidak bisa berbuat banyak untuk meningkatkan kualitas hidupnya menjadi lebih baik.
Ketimpangan sosial yang terjadi antara desa dan kota ternyata disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah kondisi geografi dan tipologi desa yang kurang menguntungkan. Hal ini menyebabkan mata pencaharian masyarakat desa tidak memiliki banyak alternatif (pilihan) seperti di perkotaan. Misalnya, masyarakat desa yang tinggal di wilayah sekitaran pegunungan, mereka akan bekerja sebagai petani atau pedagang. Alasannya karena hanya dari kebun atau sawah lah mereka bisa mendapatkan sesuatu untuk dimakan dan dijual.
Terdapat lima macam bentuk ketimpangan sosial yang terjadi di masyarakat, di antaranya sebagai berikut.
1. Ketimpangan antara desa dan kota

Mayoritas mata pencaharian masyarakat desa adalah bertani. (sumber: fin.co.id)

Anak-anak yang tinggal di wilayah pedalaman masih sangat sulit mendapat akses pendidikan. (sumber: kesekolah.com)

Gelandangan dan pengemis muncul karena rendahnya pendidikan dan keterampilan pada diri seseorang. (sumber: idnews.co.id)
4. Ketimpangan penyebaran aset di kalangan swasta

Banyak usaha kecil yang gulung tikar karena tidak ada modal dan aset. (sumber: nasional.repbulika.co.id)

Gedung-gedung tinggi yang hanya bisa dijumpai di kota-kota besar. (sumber: id.wikipedia.org)
1. Fenomena apakah yang anda saksikan dari gambar tersebut ?
2. Faktor apa yang menyebabkan terjadinya fenomena tersebut ?
3. Bagaimana menurut kalian sebagai generasi muda agar fenomena tersebut tidak terjadi / tidak berkepanjangan ?
Kerjakan dengan berdiskusi dengan teman sebangkumu dan tulislah jawabannya di buku tulis kemudian letakkan di meja B.Tatik.
Materi Riset dapat dilihat pada link berikut :
1. Pertemuan ke- 1 : https://bit.ly/RisetHum-pertemuan-1
2. Pertemuan ke-2 : https://bit.ly/RisetHum-2
3. Pertemuan ke-3 : https://bit.ly/RisetHumpertemuan-3
4. Pertemuan ke- 4: https://bit.ly/Risetpertemuanke-4
5. Pertemuan ke-5 : https://bit.ly/riset-pertemuan-5
6. Pertemuan ke-6 : https://bit.ly/riset-pertemuanke-6
7. Pertemuan ke-7 : https://tatik80.blogspot.com/2021/08/riset-pertemuan-ke-7.html
8. Pertemuan ke-8 : X-IPS 2 : https://forms.gle/znKXjbGPER7PxKwv9,
XII-IPS 3: https://bit.ly/RISET-P8-XII-IPS3
9.
Materi sosiologi kelas XII dapat dilihat pada link berikut:
pertemuan 1 : https://bit.ly/sosiologikelas-XII-pert-ke-1
pertemuan 2 : https://www.liveworksheets.com/mn2103887lz
pertemuan 3 : https://bit.ly/Sos-XII-pertemuan-3
pertemuan 4 : https://bit.ly/SOS-XII-pertemuan-4
pertemuan 5 : https://bit.ly/sos-12-pertemuan-5
pertemuan 6 : https://bit.ly/SOS-XII-Pertemuan-6
pertemuan 7 : https://bit.ly/sos-XII-pertemuanke-7
pertemuan 8 : https://bit.ly/SOS-XII-Pertemuan-8
pertemuan 9 : https://bit.ly/SOS-XII-pertemuan-9
pertemuan 10 : https://bit.ly/SOS-XII-pertemuan-10
pertemuan 11 : https://bit.ly/SOS-XII-UH-1
pertemuan 12 : https://bit.ly/SOS-XII-UH-1
pertemuan 13 : https://tatik80.blogspot.com/2021/08/sos-xii-modernisasi.html
pertemuan 14 : https://bit.ly/SOS-XII-pertemuanke-14
pertemuan 15 : https://tatik80.blogspot.com/2021/08/tujuan-pembelajaran-dapat-menyebutkan.html
pertemuan 16 : https://tatik80.blogspot.com/2021/09/materi-sosiologi-kelas-xii16-definisi.html
pertemuan 17 : https://tatik80.blogspot.com/2021/09/materi-sos-xii-17-dampak-globalisasi.html
pertemuan 18 : https://tatik80.blogspot.com/2021/09/permasalahan-sosial-akibat-pengaruh.html
pertemuan 19 : https://tatik80.blogspot.com/2021/09/permasalahan-sosial-akibat-pengaruh_12.html
pertemuan 20 : pelaporan tugas dari pertemuan 19
Materi sosiologi kelas XI dapat dilihat pada link berikut :
1. Pertemuan 1 : https://bit.ly/sos-XI-pertemuan-1
2. Pertemuan 2 : https://bit.ly/sos-XI-pertemuan-2
3. Pertemuan 3 : https://bit.ly/SOS-XI-pertemuan-3
4. Pertemuan 4 : https://bit.ly/SOS-XI-pertemuan-4
5. Pertemuan 5 : https://bit.ly/sos-XI-pertemuan-5
6. Pertemuan 6 : https://bit.ly/SOS-XI-pertemuanke-6
7. Pertemuan 7 : https://bit.ly/SOS-XI-pertemuanke-7
8. Pertemuan 8 : https://bit.ly/SOS-XI-pertemuan-8
9. Pertemuan 9 : https://bit.ly/SOS-XI-UH-1
10. Pertemuan 10 https://tatik80.blogspot.com/2021/08/pengayaan-kelas-xi-latihan-soal-dan.html
11. pertemuan 11 : https://tatik80.blogspot.com/2021/08/sos-xi-pertemuan-ke-11.html
12. pertemuan 12 : https://tatik80.blogspot.com/2021/08/materi-sos-xi-pertmuan-ke-12.html
13. pertemuan 13 : https://tatik80.blogspot.com/2021/09/bentuk-bentuk-kemiskinan.html
14. pertemuan 14 : https://tatik80.blogspot.com/2021/09/upaya-penanggulangan-kemiskinan.html